Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘suhu’

SIRAMAN AIR DINGIN PADA MEDIA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN

PENDAHULUAN
Suhu tanah dan suhu udara tempat tanaman tumbuh akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, termasuk juga bibit cabai. Pengaruhnya beragam. Suhu udara yang terlalu rendah menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Sebaliknya, suhu yang tinggi yang disertai pengairan kurang akan menghambat suplai unsur hara dan menyebabkan transpirasi tinggi. Menurut Prajnanta (1998) suhu tinggi juga akan merangsang perkembangbiakan hama seperti ulat, thrips, dan aphids. Suhu tinggi yang disertai daya kelembaban yang tinggi akan meningkatkan intensitas serangan bakteri Pseudomonas solanacearum penyebab layu akar serta merangsang perkembangbiakan cendawan dan bakteri. Suhu yang optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai adalah 24-28˚C.
Perubahan suhu beberapa derajat saja dapat menyebabkan perubahan yang nyata dalam laju pertumbuhan tanaman. Setiap spesies dan varietas tanaman masing-masing mempunyai suhu kardinal yaitu suhu minimum, optimum dan maksimum. Laju pertumbuhan tanaman akan sangat rendah apabila tanaman dikondisikan di bawah suhu minimum dan di atas suhu maksimum, sedangkan pada kisaran suhu optimum akan diperoleh laju pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi (Salisbury dan Ross, 1995).
Suhu banyak mempengaruhi metabolisme tanaman seperti fotosintesis, respirasi, dan fotorespirasi. Peningkatan suhu sampai pada tingkat tertentu akan meningkatkan laju fotosintesis. Namun, peningkatan ini akan segera menurun pada suhu yang sangat tinggi (Gardner et al., 1985). Demikian pula halnya suhu terhadap respirasi.
Laju respirasi meningkat dengan meningkatnya suhu. Namun, apabila dikondisikan di atas suhu maksimum laju respirasi akan mulai menurun. Hal ini disebabkan sebagian enzim-enzim yang berperan akan mulai mengalami denaturasi (Lakitan, 1991). Saitoh et al. (1998) melaporkan bahwa pada tanamam padi, semakin tinggi suhu atmosfir maka semakin tinggi laju respirasi daun dan cabang. Karena hasil bersih fotosintesis merupakan selisih dari aktifitas laju fotosintesis dan respirasi maka suhu secara tidak langsung juga akan menentukan hasil bersih fotosintesis. Gardner et al. (1985) menyatakan juga bahwa suhu yang tinggi akan meningkatkan laju fotorespirasi, yang berarti menurunkan hasil bersih fotosintesis.
Tanaman cabai menghendaki suhu tertentu. Suhu untuk perkecambahan benih paling baik antara 25-30°C. Laju perkecambahan rendah pada suhu yang rendah dan meningkat secara gradual dengan meningkatnya suhu menyerupai kurva reaksi kimia. Suhu untuk pembibitan berada sedikit di bawah suhu perkecambahan. Tanaman di pembibitan membutuhkan suhu yang agak rendah akan tetapi membutuhkan pencahayaan yang terang (Hartmann et al., 1990).
Dari beberapa penelitian tentang suhu ternyata belum terlihat secara jelas bagaimana perbedaan antara pengaruh suhu tanah dengan suhu atmosfir terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu air penyiraman yang diberikan pada media dan pada daun terhadap pertumbuhan bibit cabai.

HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pemberian air dingin (12°C) memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit cabai, yaitu terhadap tinggi bibit, diameter batang, luas daun, berat basah bibit, berat basah akar, berat kering bibit, dan berat kering akar. Perlu diketahui bahwa pengaruhnya bisa positif tapi bisa juga negatif. Makanya harus hati-hati.
Secara umum bisa kami katakan bahwa pemberian atau penyemproan air dingin, yaitu air dengan suhu sekitar 12°C pada daun akan sangat menghambat pertumbuhan bibit. Air dingin yang bersuhu 12 °C terlihat mengganggu morfologi daun. Selain berukuran sempit, daun juga terlihat mengkerut. Gangguan morfologi ini bermuara pada tertekannya pertumbuhan perakaran bibit. Menurut Lakitan (1991) daun merupakan bagian tanaman yang sangat mempengaruhi proses metabolisme, seperti fotosintesis, hidrolisis air, fiksasi, reduksi CO2 dan respirasi. Hampir semua proses-peoses tersebut terjadi di dalamnya.
Sebaliknya, penyiraman air dingin pada media tanam akan memberikan pertumbuhan yang baik. Menurut Lakitan (1991), proses-proses fisik dan kimiawi dikendalikan oleh suhu, dan kemudian proses-proses ini mengendalikan reaksi biologi yang berlangsung dalam tanaman. Selain itu, suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman. Apabila suhu turun, viskositas air naik, begitu juga untuk gas-gas energi kinetik dari karbodioksida, oksigen dan zat lain berubah sesuai perubahan suhu. Dalam air dingin kelarutan karbodioksida dua dua kali lipat dari kelarutannya dalam air panas. Suhu media yang rendah kemungkinan juga menyebabkan aktivitas mikrobia di dalam media relatif lebih lambat sehingga status nutrisi dan bahan organik berada dalam keadaan lebih stabil. Kondisi yang lebih stabil ini tentu menguntungkan bagi pertumbuhan bibit.

Artikel lebih lengkap dapat anda pesan

Caranya Sebagai Berikut:

1. Pesan ke email : hatta_ksg@yahoo.com atau hatta2ksg@gmail.com atau ke HP: 081360016837

2.   Kirim donasi anda minimum Rp 50.000,- ke rekening  No : 1050095020990   Bank Mandiri
3.   Konfirmasikan kiriman anda ke No. Hp 081360016837

Selain artikel di atas, anda diperkenankan memilih bonus 2 buah artikel lainnya dari blog ini atau blog: hatta2fp.wordpress

Artikel akan segera dikirim ke alamat email anda
Catatan: pengiriman hanya dengan email

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 316 pengikut lainnya.